Tidak Lapor RT dan RW Tiga Penghuni Kos Bakal Diadili

Posted by:

Jakarta jejaknews – Tiga penghuni kos di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat tampak pucat dan bingung. Mereka kaget karena akan diajukan ke pengadilan karena sudah tiga bulan lebih tinggal di tempat kos tanpa lapor ke RT atau RW setempat.

Mereka dianggap telah melanggar Perda No. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, khususnya pasal 57 ayat 1 yang isinya “ setiap orang yang berkunjung atau bertamu lebih dari 1 x24 jam wajib melaporkan diri ke pengurus RT setempat. Mereka terancam hukuman kurungan antara 10 hari hingga 60 hari atau denda yang besarnya antara Rp 100 ribu hingga maksimal Rp 20 juta.

“Pak, kenapa mau disidangkan, saya engga tahu kalau harus lapor RT atau RW,” ucap satu penghuni kos kepada petugas Satpol PP yang melakukan kegiatan pembinaan kependudukan (Binduk) dan yustisi.

Kasatgaspol PP Kecamatan Sawah Besar, Sugiarso menjelaskan setiap orang yang tinggal atau kos wajib lapor ke RT atau RW. Hal ini demi kebaikan penghuni kalau nantinya terjadi sesuatu hal. “Ini demi kebaikan bersama kalau lapor kan datanya tercatat, sehingga kalau terjadi sesuatu hal gampang cari datanya,” jelasnya.

Sugiarso menambahkan pihaknya mengajukan ke pengadilan tiga penghuni kos yang tiga bulan lebih tinggal tidak lapor, sebagai terobosan. Mereka akan diadili secara tindak pidaan ringan (tipiring). Hal ini juga sebagai peringatan bagi warga yang lain. “Ini terobosan, agar mereka patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku,” ujarnya. Dijelaskan, ke tiga penghuni kos yang akan diajukan ke pengadilan adalah Abdul asal Bangka, Hosen asal Jawa Timur dan Muryanto asal Lampung.

Pelaksanaan Binduk dipimpin Kasi Pemerintahan Kecamatan Sawah Besar, H. Saidi yang melibatkan Satpol PP, Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil, kepolisian dan TNI. Sasarannya selain rumah kos di Jalan Pangeran Jayakarta juga Jalan Mangga Besar 13.

Beberapa penghuni kos, sempat ada yang mau kabur karena panik melihat kedatangan petugas. Namun, setelah diberi penjelasan mereka akhirnya paham. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 38 warga atau penghuni kos diminta untuk membuat surat keterangan domisili sementara (SKDS).

(–)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.