Warga Bukit Duri Kecewa Program CAP, Anies Akui Bermasalah

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut kecewa karena program Community Action Plan (CAP) atau pembangunan yang melibatkan masyarakat di Bukit Duri, Jakarta Selatan meleset dari tujuan.

Anies menanggapi kekecewaan Sandyawan Sumardi selaku Koordinator Ciliwung Merdeka yang selama ini mendampingi warga Bukit Duri. Sandyawan kecewa dengan program yang digagas Anies karena dianggap hanya beautifikasi saja.

“Sama saya juga kecewa sama aparat yang jalannya enggak benar. Semua bakal dapat teguran,” kata Anies di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (6/9).

Anies mengatakan konsultan yang telah ditunjuk untuk mengerjakan pembangunan kampung Bukit Duri justru lebih banyak berkonsultasi dengan Suku Dinas dibanding dengan warga setempat.

“Saya juga kecewa, jadi saya membenarkan,” ujarnya.

Anies menyatakan telah mengevaluasi terkait hal tersebut, meskipun enggan menjelaskannya. Dia juga mengklaim telah berkoordinasi dengan warga Bukit Duri dan akan menggelar pertemuan terkait hal ini.

“Ini ada maslaah di Bukit Duri, jelas ada masalah. Di Bukit Duri jelas tidak sesuai, dengan masalah itu kemudian langsung dikoreksi diperbaiki supaya sesuai harapan,” kata Anies.

Sebelumnya, Koordinator Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi mengaku kecewa dan semakin ragu dengan konsep penataan kampung yang digagas Anies. Selama ini Ciliwung Merdeka telah mengajukan desain rancangan kampung susun sebagai pengganti bagi warga Bukit Duri. Bahkan mereka sudah memberi opsi lahan untuk digunakan.

“Itu ternyata isinya kebanyakan hanya beautifikasi, tidak ada substansi persiapan untuk membangun Kampung susun itu. Ternyata tidak dianggap ada warga gusuran ini,” kata Sandyawan saat dikonfirmasi, Rabu (5/9).

Sebelumnya, Anies berjanji bakal memfasilitasi hunian baru bagi warga Bukit Duri yang digusur Ahok pada 2016. Anies menggagas konsep community action plan (CAP) atau pembangunan yang melibatkan masyarakat.

Awalnya Anies ingin membuat hunian sementara alias selter sebelum membangun kampung susun. Namun Anies mencoret anggaran pembangunan selter di Bukit Duri, Jakarta Selatan dalam anggaran penerimaan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2018.

Dalam dokumen Pembahasan Perubahan RKPD Tahun Anggaran 2018 yang diterima CNNIndonesia.com, anggaran senilai Rp5,98 miliar itu dicoret karena tak ada lahan.

iph/nsa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.