5 Pegawai WIKA Dikonfrontasi KPK Terkait Korupsi Proyek Jembatan Bangkinang

Posted by:

Jakarta Jejaknews – KPK memeriksa 5 pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) terkait kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kampar, Riau. KPK mengkonfrontasi 5 pegawai PT WIKA tersebut.

Salah satu saksi yang diperiksa, yakni Project Manager PT Wika Didiet Hadianto. Sedangkan 4 saksi lainnya berstatus sebagai staf di PT WIKA.

“Para saksi saling dikonfrontasi dan didalami pengetahuannya mengenai dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada 2 tersangka dan pihak-pihak lainnya dan juga terkait besaran jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh PT Wika untuk proyek pembangunan Jembatan Waterfront City multiyears contract TA 2015-2016,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Berikut ini 4 pegawai PT WIKA selain Didiet yang diperiksa KPK hari ini:
1. Bayu Cahya Saputra, Kepala Seksi Proyek Kecil, Staf pada Quantity Surveyor PT Wijaya Karya Persero Tbk, Departemen Sipil Umum 2, Divisi 4 area Pulau Jawa dan Bali, pada 2015-2016 menjabat sebagai Kepala Seksi Teknik Komersial Tim Jembatan Waterfront City Bangkinang dari PT Wijaya Karya Persero Tbk
2. Bimo Laksono, Karyawan PT Wijaya Karya
3. Firjan Taufa, Staff Marketing PT Wijaya Karya Persero Tbk
4. Ucok Jimmy, Pegawai PT Wijaya Karya

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang. Keduanya adalah pejabat pembuat komitmen pembangunan jembatan, Adnan, dan Manajer Wilayah II PT WIKA, I Ketut Suarba.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2019. Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 50 miliar ini, Adnan dan Suarba diduga telah menguntungkan diri sendiri dan merugikan negara.

Dua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

PT WIKA juga telah merespons perihal dugaan korupsi dua pegawainya tersebut. PT WIKA menegaskan selalu menghormati proses hukum terkait salah satu pegawainya yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kampar, Riau.

“Hal ini juga menjadi masukan perusahaan untuk mengevaluasi kembali proses bisnis yang telah dilakukan. Dalam menjalankan seluruh proses bisnis perusahaan, manajemen memahami bahwa iklim usaha yang sehat & bersih menjadi pondasi penting bagi ekosistem bisnis yang akuntabel dan berdaya saing,” kata Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9).

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.