Aktivis 98 Ini Menilai KPK Besar Pasak dari Tiang

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98, Willy Prakarsa menilai banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa lembaga antirasuah gagal dalam bidang pencegahan.

“OTT berkali-kali ini bukti KPK telah gagal karena korupsi masih ada. KPK gagal total melakukan pencegahan. Padahal fungsi pencegahan itu harus diutamakan,” kata Willy di sela-sela dialog terbuka Revisi UU KPK di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Karena itu, ia setuju jika UU KPK harus direvisi. Salah satu usulan untuk diadakannya Dewan Pengawas, menurutnya, penting untuk menyelamatkan uang negara yang hasil kerja dan biaya operasional tak sebanding.

“KPK bisa diibaratkan ‘besar pasak daripada tiang’. Dalam arti, pengeluaran KPK jauh lebih tinggi daripada pemasukannya. OTT terus duit rakyat diobral ke mana-mana,” sindirnya.

Jadi, kata dia, untuk apa menyelamatkan uang negara dengan biaya operasional yang sangat tinggi? “Bukankah itu justru merugikan negara jika seperti itu,” ucapnya.

“Menyidik hanya 100 juta namun negara mengeluarkan 1 M. UU KPK sudah layak direvisi, UU KPK bukan kitab suci, jadi sah bisa direvisi. UUD 45 saja bisa diamandemen, UU KPK kenapa tidak,” imbuhnya.

Lebih jauh, Willy menyarankan agar dana KPK yang didapat dari duit rakyat itu bisa dialokasikan untuk hal positif kembali untuk kepentingan rakyat daripada korupsi masih saja terus terjadi. Maka itu, UU KPK harus disempurnakan.

“Uang negara dikembalikan sangat kecil dibanding dengan anggaran untuk KPK. Besar pasak daripada tiang. Penting juga soal sinergitas antar lembaga penegak hukum,” tuntasnya.

Turut hadir pada acara dialog tersebut sejumlah narasumber lainnya. Yakni pengamat intelijen Stanislaus Riyanta, pengamat hukum Petrus Salestinus, Ketua IPW Neta S Pane, dan aktivis senior Eggi Sudjana.

tya/mul

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.