Aspri Imam Nahrawi Klaim Punya Bukti Aliran Dana ke Eks Jampidsus

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Miftahul Ulum, asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku telah menyiapkan bukti-bukti terkait dugaan aliran dana kepada mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

Hal itu disampaikan Ulum usai dimintai keterangan oleh Komisi Kejaksaan (Komjak) di Gedung KPK, Jakarta.

“Iya, saya sudah menyiapkan (bukti), dan Insyaallah Komjak akan memberikan, biar beliau saja, Pak Barita (Barita Simanjuntak) yang mengumumkan bagaimana hasilnya ke depan,” ujar Ulum di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Saat dimintai keterangan oleh Komisi Kejaksaan, Ulum mengaku kembali menjelaskan mengenai aliran uang ke pihak Kejaksaan Agung. Ulum berharap bukti maupun keterangan yang disampaikannya ditindaklanjuti oleh KPK maupun Komisi Kejaksaan.

“Untuk tindak lanjut biar nanti dari KPK atau lembaga mana yang tindaklanjuti,” kata Ulum.

Terkait hal ini, Ulum mengaku disarankan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bila bersedia membongkar kasus tersebut.

Ulum belum dapat memutuskan apapun karena ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan penasihat hukumnya, mengingat saat ini perkara dirinya di KPK sedang tahap banding. Yang jelas, Ulum berjanji akan kooperatif jika dimintai keterangan terkait hal tersebut.

“Terima kasih kepada bapak komisi kejaksaan yang sudah memberikan waktu kepada saya. Saya dimintai keterangan, ya ini kita menciptakan keadilan. Saya siap membantu sebagai warga negara,” kata Ulum.

Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada 15 Mei 2020, Ulum yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi membeberkan dugaan adanya aliran suap yang diterima Adi Toegarisman dan anggota BPK Achsanul Qosasi.

Ulum yang juga terdakwa dalam kasus suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini menyebut Adi Toegarisman menerima Rp 7 miliar untuk pengamanan perkara, sementara Achsanul menerima Rp 3 miliar untuk mengamankan temuan dari BPK.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.