Banjir Kepung 12 Daerah di Kabupaten Bandung

Posted by:

Bandung Jejaknews – Sebanyak 12 daerah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dikepung banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu (7/11) sore hingga malam.

Data yang diperoleh Antara dari Tim Unit Reaksi Cepat BPBD Jawa Barat, 12 lokasi tersebut yakni Bojongsoang, Citeureup, Cijagra, Cigebar, Cienteung, Andir, Cibadak, Katapang, Bojong, Bojong Malaka, Bojong Citepus, dan Cigosol.

Ketinggian air di 12 wilayah itu bervariasi mulai dari 30 cm hingga 150 cm. Adapun wilayah dengan ketinggian air tertinggi terjadi di daerah Cigosol dari 50 hingga 150 cm.

Salah satu anggota tim URC BPBD Jabar, Mochammad Taufik mengatakan warga yang terdampak banjir masih bertahan di rumah serta beraktivitas seperti biasa.

BPBD akan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian bila genangan banjir belum surut atau semakin bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum membuat beberapa akses jalan lumpuh seperti di Jalan Andir-Ciputat, Baleendah. Kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tidak bisa mengakses jalan tersebut.

Satu satunya cara agar warga yang ada di Andir maupun Ciputat bisa beraktivitas ke pusat kota dengan menaiki delman dan perahu rakit.

Genangan banjir juga terpantau sebelum Jembatan Dayeuhkolot. Kendaraan dari arah Banjaran menuju Dayeuhkolot harus mencari jalan alternatif.

Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Bandung, banjir mulai terjadi sejak Rabu (7/11) pukul 23.40 WIB, karena luapan anak Sungai Citarum.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan banjir merendam permukiman, fasilitas umum dan jalan raya.

“Ketinggian air di darat di kisaran 5-100 cm. BPBD saat ini melakukan asessment ke lokasi terkena bencana,” kata Sudrajat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Untuk itu, lanjut Sudrajat, pihaknya melaksanakan kegiatan rutin peringatan dini dan pelaporan soal bencana.

Sudrajat menambahkan BPBD juga langsung memantau ke 31 kecamatan, desa atau kelurahan, instansi dan kelompok pegiat kebencanaan di Kabupaten menggunakan seluruh perangkat yang ada seperti radio, telepon dan media sosial.

asp/ddg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.