BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober, Mundur 30 Hari

Posted by:

Jakarta Jejakneews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Oktober 2019. Puncaknya terjadi pada awal 2020.

Meski begitu, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan lebih cepat, yakni pada Agustus.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan musim hujan tahun ini pada umumnya mengalami kemunduran hingga 30 hari dari biasanya. Menurut dia, ini disebabkan oleh suhu muka air laut di wilayah Samudera Hindia dan wilayah perairan Indonesia lebih dingin.

Hal tersebut berakibat kepada sulitnya proses penguapan air laut dan pembentukan awan hujan semakin berkurang. Sehingga, itu berimplikasi kepada curah hujan yang rendah.

“Kondisi suhu muka air laut yang dingin ini diperkirakan akan terus berlangsung sampai bulan Oktober 2019,” kata Dwikorita, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jum’at (16/8).

Atas dasar itulah, menurut dia, awal musim hujan akan mundur 10 hingga 30 hari dari waktu normal. Kemunduran awal musim hujan ini akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Adapun wilayah yang dimaksud antara lain Sumatera Utara bagian tengah dan timur, sebagian besar Riau, Jambi bagian tengah, sebagian besar Sumatera Selatan, dan sebagian kecil Lampung.

Kemudian, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, serta Maluku Utara.

Namun, Dwikorita menyebut ada beberapa wilayah di Indonesia yang akan mengalami musim hujan lebih dini, yakni pada Agustus. Wilayah-wilayah itu antara lain Aceh, Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian besar Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian besar Kalimantan Utara, dan di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua.

“Yang kami sebutkan terakhir awal musim hujannya lebih dini,” tukas dia.

Sementara, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada awal 2020. Hal itu terjadi karena fenomena El Nino sudah berakhir dan tidak ada anomali iklim di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia secara signifikan.

“Kemudian puncak musim hujan diprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami di bulan Januari dan Februari 2020,” ujar Dwikorita.

boy/ern

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.