Dekati Kepsek hingga Siswa di Sragen, Ganjar Tak Ingin Diskriminasi Terulang

Posted by:

Sragen Jejaknews – Berkumpul lesehan dengan para kepala sekolah dan guru se Kabupaten Sragen jadi cara Gubernur Ganjar Pranowo mencegah diskriminasi dan intoleransi. Seperti diketahui, belum lama ini muncul berita tentang adanya intoleransi di sebuah SMA di Kabupaten Sragen.

Tak ingin peristiwa semacam itu terulang, Ganjar mengumpulkan kepala sekolah, guru SMA/SMK/SLB se Kabupaten Sragen di Aula SMAN 3 Sragen, Rabu (22/1). Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sragen, Kapolres serta Dandim, Ganjar memberikan pengarahan tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI.

Ganjar menegaskan, kasus intoleransi dan diskriminasi tak boleh lagi terjadi. Bukan hanya di Sragen namun di Jawa Tengah. “Maka hari ini saya datang ke Sragen untuk menyampaikan pada murid, guru, wali murid agar kita sama-sama meluruskan. Kalau caranya salah kita benarkan, materinya salah kita evaluasi agar nanti tidak melenceng,” ujarnya.

Seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Sragen kini diminta aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan ekstrakulikuler di sekolah masing-masing. Ganjar mengatakan apabila ada yang melenceng dan tidak sesuai dengan nilai bangsa dan negara, ia meminta pihak sekolah segera meluruskan.

“Kalau kepala sekolah dan guru tidak bisa meluruskan, nanti saya yang turun tangan meluruskan gurunya,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu memang muncul kasus perundungan yang cukup ramai dibicarakan baik di media massa ataupun di media sosial.

“Siapapun dia (korbannya) jangan sampai terulang. Saya titip betul kepada kepala sekolah dan guru agar itu tidak boleh terjadi lagi,” ucapnya.

Usai muncul kasus tersebut, Ganjar mengatakan tidak ada pengawasan khusus. Ia mengatakan hanya terus membangun komunikasi yang intens seperti yang sudah terjadi dengan guru dan kepala sekolah selama ini. Semua pihak diajak bersama-sama menjaga agar peristiwa serupa tak terulang.

“Soal sanksi, tentu ada. Tapi itu ada tahapannya mulai dari pembinaan. Kalau sudah tidak bisa dibina, ya diberi sanksi. Sudah ada beberapa tempat terpaksa kita beri sanksi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kasus intoleransi di sekolah memang terjadi beberapa kali di wilayah yang dipimpinnya. Pihaknya sudah berupaya mencegah hal itu dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada guru, siswa dan wali murid.

“Kami juga tak bosan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi serta pemahaman tentang idiologi Pancasila,” tuturnya.

yun/yun

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.