DPD RI: Pemerintah Harusnya Utamakan Bangun Jalan Non Tol

Posted by:

Jakarta Jejaknews — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Dailami Firdaus, mengatakan pemerintah seharusnya mengutamakan membangun infrastruktur jalan bukan tol (non tol) untuk membuka akses jalur distribusi ekonomi rakyat.

“Jalan akses distribusi ekonomi rakyat lebih dibutuhkan membangun ekonomi nasional ketimbang jalan tol yang komersial, apalagi dijual untuk dikelola asing,” ujar Senator dapil DKI Jakarta itu kepada wartawan parlemen Senayan di Jakarta, Senin (6/11).

Namun begitu, Bang Ferdi memaklumi sistem divestasi bangun jual jalan tol model Presiden Joko Widodo kendati seharusnya juga dipertimbangkan pembangunan jalan non-tol sebagai akses distribusi perekonomian rakyat berupa hasil pertanian & perkebunan.

“Jangan sampai divestasi bangun jual jalan tol itu justru memperburuk perekonomian nasional,” ujar cucu KH Abdullah Syafei dan juga putera mantan Menteri Sosial, Tutty Alawiyah, itu.

Dalam catatan, Waskita Karya menyatakan ada 14 investor siap membeli saham tol terdiri 11 perusahaan asing & enam domestik, menurut Dirut M.Kholiq di Bursa Efek Jakarta (9/8/2017) kepada wartawan, di antaranya anak perusahaan PT Astra Internasional Tbk, yaitu PT Astratel Nusantara serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Tol-tol yang masuk daftar divestasi yaitu Tol Trans Jawa antara lain Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Pasuruan-Probolinggo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono. Alasan divestasi WK sampai 2019 wajib merampungkan 1.260 KM tol dengan total dana konstruksi Rp 110 trilyun.

Menyusul Presiden Joko Widodo memerintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur jalan tol yang sudah rampung dibangun kepada swasta. “Saya sudah perintahkan kepada BUMN, kalau sudah membangun jalan tol, sudah jadi, segera dijual,” ujar Jokowi di dalam acara Musrenbang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (26/4).

era/iwn

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.