Faktor Keamanan, Monas Ditutup saat Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Kawasan Wisata Monumen Nasional (Monas) akan ditutup pada hari ini, Minggu (20/10) berkenaan dengan acara pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden. Monas tidak bisa dikunjungi masyarakat demi mengantisipasi gangguan keamanan di sekitar Istana Negara.

Kepala Seksi Ketertiban UPT Monas, Yayang Kustiawan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri sebelum memutuskan untuk menutup kawasan Monas.

“Hasil koordinasi dengan TNI-Polri, jadi semua kawasan akan ditutup sepenuhnya, karena lokasinya berada di ring satu. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan adanya kejahatan di lingkup istana,” kata Yayang mengutip Antara, Minggu (20/10).

Di samping untuk mengantisipasi gangguan keamanan, Monas juga ditutup lantaran dijadikan tempat transit dan sterilisasi tamu yang akan datang ke Istana Negara. Menurut Yayang, hal tersebut juga biasa dilakukan saat hari raya Idul Fitri ketika presiden menggelar open house.

“Jadi di Monas ada tenda untuk pengecekan keamanan pakai metal detector, konsepnya sih itu tidak disampaikan ke kami. Ya biasa seperti saat lebaran, open house, itu kan ditampung dulu di Monas, disortir, baru setelah itu dibawa ke istana menggunakan bus,” tuturnya.

Monas ditutup sejak pukul 00.00 WIB hingga waktu yang ditentukan. Monas dibuka menyesuaikan dengan situasi di sekitar Istana Negara. Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan sudah dibuka kembali di sore hari.

“Durasi penutupan itu menyesuaikan, artinya kalau memang sorenya sudah dinilai kondusif, ya kami buka,” ujar Yayang.

Monas akan kembali dibuka seperti biasanya pada Senin mendatang (21/10).

Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan dilantik sebagai presiden-wakil presiden di Gedung DPR/MPR pada hari ini, Minggu (20/10). Acara pelantikan bakal dipimpin oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Setelah itu, Jokowi-Ma’ruf langsung ke Istana Negara. Tidak ada parade yang dihadiri para relawan dan simpatisan.

Mulanya, parade memang ingin dilakukan oleh para relawan di Patung Kuda sampai Istana Negara, namun, dibatalkan.

“Mengenai di Jakarta parade budaya kami batalkan, mengenai arak-arakan dan karnaval,” kata Ketua Panitia Pelaksana Andi Gani Nena Wea di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/10).

Meskipun acara di Jakarta dibatalkan, Andi mengatakan penyelenggaraan di sejumlah daerah, seperti Yogyakarta; Surabaya, Jawa Timur; dan Kuningan, Jawa Barat tetap berjalan sesuai rencana.

dwi/fer

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.