Hendropriyono Usul TNI Rekrut Remaja RI Pembobol Situs NASA

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengusulkan agar TNI bisa menggandeng remaja-remaja peretas atau hacker di Indonesia sebagai daya tawar menghadapi gangguan dan hambatan keamanan di sektor siber yang berasal dari luar Indonesia.

Hal itu disampaikan Hendro saat mengisi webinar yang digelar oleh Korps Hukum TNI AD, Selasa (23/2).

“Ini kita punya kemampuan mendekati anak-anak kita. Perhatikan ini. Tempel. Lalu bagaimana caranya ini jadi bargaining power kita,” kata Hendro.

Hendro menyebut ada beberapa remaja terampil meretas situs-situs populer dan bisa dimanfaatkan potensinya. Salah satunya adalah bocah berusia 16 tahun asal Tangerang bernama Putera Adji Adhari yang sempat membobol situs keamanan NASA.

Diketahui, Putera memiliki keterampilan di bidang komputerisasi secara otodidak. Ia terampil mencari kelemahan sistem dari suatu instansi, lalu menginformasikannya ke instansi terkait agar dapat memperbaikinya.

“Jadi situs keamanan NASA itu dihack oleh bocah SMP. Dia karena hobi, dia piawai, dia bisa nge-hack situs keamanan NASA,” kata Hendro.

Tak hanya Putera, Hendro juga menyoroti anak bernama Jim Geovedi asal Lampung yang sempat meretas satelit Indonesia dan China.

Jim sendiri dikenal sebagai hacker Indonesia dengan reputasi global. Ia kerap hilir mudik menjadi pembicara pertemuan para hacker yang dibalut nama seminar sistem keamanan di pelbagai negara di dunia.

“Karena itu, eh kamu jangan ganggu kita. Kalau kamu ganggu, kita juga bisa ganggu. Anak 15 tahun kita aja bisa ganggu kamu kok. Banyak anak 15 tahun di Indonesia lainnya yang jago. Itu bisa. Itu jadi pemikiran, tawaran saya,” kata dia.

Hendro berharap masyarakat Indonesia dan TNI khususnya jangan mau hanya dikurung dalam penjara besi kapitalisme digital internasional yang kini marak perkembangannya.

Ia menyarankan agar pemerintah dan prajurit TNI bisa mengatasi pelbagai gangguan yang muncul dari kapitalisme digital tersebut.

“Kalian jangan mau saja dikurung dalam kurungan besi kapitalisme mancanegara yang sudah serba digital. Kita ga akan ada apa-apanya kalau gak bisa atasi hambatan apalagi tantangan. Just answer the challenge,” kata dia.

boy/try

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.