Jawa Timur Kekeringan, Khofifah Gelar Salat Minta Hujan

Posted by:

Surabaya Jejaknews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar salat Istisqa, atau salat meminta hujan dalam mengatasi sejumlah daerah di Jawa Timur yang kini diterpa kekeringan –beberapa daerah lainnya bahkan sampai mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salat digelar di sela istigasah dan doa bersama di lapangan Mapolda Jatim. Sedikitnya ada 8.000 orang yang mengikuti salat ini, termasuk anggota TNI dan Polri.

“Salat Istisqa untuk minta hujan ini adalah proses yang disediakan oleh agama Islam ketika dalam keadaan kekeringan,” kata Khofifah, usai salat, Minggu (6/10).

Salat tersebut, kata Khofifah memang sengaja digelar di ruang terbuka, di tanah lapang dan diikuti oleh ribuan orang. Ia menyebutkan, hal itu menunjukan kebersamaan dan harapan yang besar, agar Allah segera menurunkan hujan.

“Maka proses mohon segera diturunkan hujan yang memberi berkah, itulah formatnya dalam salat Istisqa. Salat ini memang di tanah lapang, jadi saya rasa ini menjadi bagian kebersamaan kita, masyarakat, bahkan para siswa dan mahasiswa, bersama-sama alim ulama, kemudian di jajaran Polda di jajaran Polri, TNI, semua bersama-sama kami DPRD juga,” katanya.

Khofifah mengatakan hal ini merupakan permohonan seluruh masyarakat Jatim. Menurut mantan Menteri Sosial RI ini, hujan merupakan berkah yang ditunggu-tunggu untuk beberapa daerah yang mengalami kekeringan.

“Jadi ini adalah munajat masyarakat Jawa Timur untuk memohon Allah berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah bagi bumi Jawa Timur, yang tentu adalah hujan yang membawa berkah bagi daerah-daerah yang masih mengalami kemarau hingga kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik,” katanya.

Beberapa hari belakangan kebakaran hutan dan lahan juga melanda sejumlah titik di Gunung Arjuno-Welirang yang tersebar ke wilayah Malang, Batu, Pasuruan, dan Mojokerto. Selain itu kebakaran juga terjadi di Gunung Ruang, Kalibaru, Banyuwangi.

Khofifah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan relawan untuk melakukan pemadaman secara manual untuk mengatasi masalah karhutla di Jatim.

“Sudah lama kita mengantisipasi khusus karhutla yang mengalami kecuraman pada titik-titik tertentu, memang kita membutuhkan pesawat. Waktu itu sempat mendapatkan helikopter dari BNPB tapi harus bergantian dengan daerah-daerah lain. Jadi kalau daerah-daerah yang tingkat karhutlanya itu landai-landai saja kita bisa melakukan dengan cara manual,” pungkasnya.

sti/sri

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.