Kalapas Sukamiskin Diam Seribu Bahasa Ditanya Fasilitas Mewah Dilapas

Posted by:

Klaten Jejaknews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen terkait kasus suap jual beli fasilitas mewah. Pemanggilan terhadap Wahid dikarenakan ada kebutuhan administrasi penyitaan barang bukti.

Ada kebutuhan administrasi penyitaan barang bukti,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (23/7/2018).

Berdasarkan pantauan, Wahid keluar dari Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan pada pukul 14.15 WIB dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Wahid bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh para awak media terkait kasus yang menjeratnya.

Sebelumnya pada Sabtu, 21 Juli 2018, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein. Dalam rangkaian tersebut, Inneke juga turut diamankan dalam rangkaian OTT di rumahnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Pada kasus ini, KPK baru menetapkan empat tersangka, yaitu Kalapas Sukamiskin, Fahmi, seorang tahanan pendamping, dan asisten kalapas.

Total uang yang diamankan KPK dalam OTT ini sebanyak Rp 279.920.000 dan USD 1.410. Selain itu ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap. Jenis mobil tersebut adalah Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

KPK menduga Fahmi, suami Inneke menyuap Wahid agar bisa mendapatkan kemudahan untuk keluar-masuk tahanan.

Dalam operasi senyap, tim penyidik menemukan adanya fakta jual beli kamar, jual beli izin keluar masuk tahanan. Tak hanya itu, tim menemukan sejumlah tempat dan tindakan mengistimewakan napi yang menyetor uang.

Untuk merasakan fasilitas tambahan, narapidana harus merogoh kocek yang dalam. Mereka harus menyetor uang berkisar Rp 200-500 juta. Menurut KPK, biaya itu bukan untuk per bulan.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.