Kasus Bansos Sumsel Lama Mandeg, Jampidsus: Masih Jalan Terus

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Kejaksaan Agung menyatakan tidak pernah menghentikan penyidikan (P 21) kasus dugaan korupsi Dana Hibah Sumsel, 2013 sebesar Rp1,2 triliun.

“Jalan terus, tapi saya belum dapat mengungkapkan lebih detil. Saya akan cek dahulu perkembangannya, ” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman menjawab pertanyaan wartawan, di Gedung Bundar, Kejagung, Selasa (13/2).

Adi menegaskan institusinya komit dalam pemberantasan tindak pidana korupsi sehingga tidak ada alasan untuk tidak menuntaskannya. “Nantilah saya akan sampaikan perkembangannya, ” ujarnya.

Penyidikan kasus Dana Bansos ini dilakukam, setelah diterbitkan surat perintah penyidikan (sprindik), Rabu (17/5/2017), Nomor: Prin 45/F . 2/Fd. 1/05/2017.

Sprindik ini pengembangan atas temuan fakta hukum baru dalam persidangan atas dua terdakwa, di Pengadilan Tipikor Sumsel. Mereka, adalah Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Ikhwanuddin dan Kaban Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah Laonma Pasindka Tobing sesuai Sprindik Nomor: Print-95/F/Fd. 1/09/2015, tanggal 8 September 2016.

Pejabat Sumsel

Dalam penyidikan ini puluhan pejabat Pemprov Sumsel sudah diperiksa sesyao daftar panggilan tim penyidik. Di antaranya sebanyal 19 orang diperiksa, sampai, Kamis (19/5/2017) dan sebanyak tujuh orang diantaranya diperiksa, pada Rabu (15/5).

Mereka, terdiri Richard Cahyadi, Akhmad Najib, Johanes Toruan, Syamsul Bahri, Tanda Subagio Agustinus Anthony dan Supri Anthony. Sedangkan, Selasa (16/5), adalah Irene Camelyn Sinaga, Apriyadi, Riky Kurniawan, Widodo, Fenty Aprina dan Anisatul Mardiah.

Desakan

Diterbitkanmya Sprindik baru diduga tak lepas dari proses persidangan dua terdakwa di Pengadilan Tipikor serta desakan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang mempra peradilkan Jaksa Agung M Prasetyo dan KPK di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pra peradilan diajukan MAKI, karena jaksa dinilai tidak memproses Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dalam kasus dana hibah dan Bansos Pemprov, 2013, yang diduga merugikan negara sebesar Rp 2, 1 miliar.

Gugatan praperadilan telah didaftarkan, Kamis (6/4/2017), dengan nomor register 39/PID.PRAP/2017/PN. JKT. SEL.

Perkara ini sempat dikritisi banyak kalangan, karena dua tersangka tidak ditahan sejak disidik sampai kemudian ditahan ketika eksepsi dua terdakwa ditolak oleh pengadilan.

Dalam perkara yamg sama di Pemprov Sumsel, justru Kejagung menjadikan Gubernur Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka bersama dua anak buahnya.

wid/ryo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.