Kasus Penipuan Sewa Pesawat, Kadin Bandara Soetta Segera Disidang

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sudah melimpahkan kasus dugaan penggelapan dan penipuan sewa pesawat atas tersangka Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bandara Soekarno-Hatta, Sapto Kashariyanto, ke pengadilan. Sapto segera menjalani persidangan.

“Dilimpahkan ke PN Jaksel, tanggal 2 Oktober 2018,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi lewat keterangannya, Selasa (9/10/2018).

Sidang perdana dijadwalkan pada pekan depan. Ketua majelis hakim yang akan memimpin sidang hjuga sudah ditentukan.

“Hari sidang perdana, 17 Oktober 2018. Ketua Majelis, Irwan. Paniter Pengganti Matius,” ujar Nirwan.

Kasus dugaan penipuan itu bermula saat pelapor bernama Geminiantoro Raharjo melakukan kerja sama dengan Sapto terkait sewa pesawat sekitar 2016 lalu. Pada kesepakatan awal, Sapto meminta uang Rp 1 miliar untuk mengadakan pesawat tersebut.

“Penggelapan terkait sewa pesawat jadi pelapor itu kan sudah Mou dengan tersangka, sew pesawat. Akhirnya dia (sepakat) harga Rp 1 miliar. Kemudian perjanjian dibuat Rp 1 miliar. Setahun perjanjiannya, bulan Oktober 2016 atau 2017 gitu,” kata Argo saat dihubungi, Kamis (21/9).

Namun, sampai setahun kemudian, barang yang dipesan tak kunjung datang. Sapto justru meminta uang kembali kepada Geminiantoro sebesar Rp 200 juta.

Karena masa perjanjian sudah habis dan barang tak kunjung datang, Geminiantoro akhirnya melaporkan Sapto ke Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP.

Secara terpisah, kuasa hukum Geminiantoro, Gilbert Marciano Tulaar, mengatakan kliennya merasa ditipu oleh Sapto. Menurut Gilbert, Sapto beberapa kali mencoba meyakinkan kliennya namun pesawat yang dijanjikan tak kunjung datang.

“Pesawat tak kunjung datang. pesawat kargo. Sampai akhirnya klien kami lakukan pelaporan, jangka waktu dua tahun.

Pesawat tidak datang. sampai klien kami dibawa ke Manila diyakinkan pesawat ada di Manila. Klien kami terbang ke sana tapi pesawat tidak ada. kemudian dijanjikan akan segera datang, hingga akhirnya klien kami melakukan langkah hukum, untuk lakukan laporan ke Polda Metro Jaya,” ujarnya.

men/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.