Kejagung akan Cabut Izin Korporasi Asal Negara Tetangga yang Sebabkan Karhutla

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Terkait kebakaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa Indonesia, Kejaksaan Agung mengungkapkan ada beberapa korporasi yang pemiliknya berasal dari negara tetangga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian.

Jaksa Agung HM Prasetyo menerangkan, dirinya menghimbau agar para pemilik perusahaan dari negeri tetangga tidak selalu protes dan menuding Indonesia sebagai pengekspor asap ke negara asalnya, pasalnya sejumlah perusahaan tang ditetapkan tersangka korporasi milik pengusaha negeri tetangga.

“Kalau selama ini kita dibilang pengekspor asap ke negara tetangga, ternyata ya justru di antara para tersangka korporasi perkebunan ini pemiliknya adalah (pengusaha-red) negara tetangga,” kata Jaksa Agung kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Jumat (20/9/2019)

Menurut Prasetyo, sampai saat ini sudah ada tujuh korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus karhutla tersebut. Angka ini diprediksi terus bertambah sejalan dengan penanganan perkara karhutla yang ditangani Polri. “Kita sudah terima 166 berkas perkara ya. 7 berkas di antaranya adalah korporasi,” tambah Prasetyo.

Ia meminta sebaiknya negara tetangga bersama pemilik korporasi berasal untuk bekerja sama memadamkan titik api atau bersinergi memproses hukum perusahaan tersebut. “Kita harapkan mereka juga memahami dan turut serta memberi kontribusi yang baik dalam upaya pemadaman atau proses penegakan hukum,” kata Prasetyo.

Dirinya juga menegaskan, akan menjerat perusahaan perkebunan nakal itu dengan pidana tambahan yakni pencabutan izin bila membakar hutan atau lahan.

“Bahkan, kalau memang terbukti betul mereka menjadi salah satu faktor penyebab terbakarnya hutan ini, ya kita kan untuk menuntut hukuman tambahan yaitu pencabutan izin dari perkebunan-perkebunan ini,” tegas Prasetyo.

Orang nomor satu di korps Adhayksa menduga kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan ini bukan kebakaran hutan biasa. Ada indikasi kebakaran ini akibat aksi pembakaran oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab termasuk korporasi perkebunan.

ern/nvi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.