KPK Periksa 7 Orang Swasta Terkait Gratifikasi Zumi Zola

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi dari unsur swasta untuk diperiksa dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, Senin (16/4/2018).

Mereka antara lain Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati, Ismail Ibrahim alias Mael; staf atau pegawai PT Merangin Karya Sejati, Nano; Hardono alias Aliang dari swasta; Direktur PT Hendy Mega Pratama, Irawan Nasution; Direktur PT Blistik Jaya, Djamino; Direktur Utama PT Usaha Batanghari, Abdul Kadir; dan Direktur PT Dua Putri Persada, Fatmawati.

“Ketujuh orang tersebut akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka ZZ (Zumi Zola),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (16/4/2018).

Kasus yang menjerat Zumi terkuak dari pengembangan kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD Jambi 2018 atau dikenal kasus pemberian “uang ketok palu”.

KPK menduga bukan tidak mungkin ada peran keterlibatan Zumi dalam perkara yang berkasnya sudah naik ke meja hijau itu.

Eks Ketua DPW PAN Jambi itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi atau suap Rp6 miliar terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi 2014-2017.

Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur itu dijadikan tersangka bersama dengan anak buahnya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jambi, Arfan.

Dalam kasus gratifikasi, KPK menduga Zumi bersama Arfan menerima uang sejumlah Rp6 miliar dari para kontraktor yang menggarap proyek di lingkungan Pemprov Jambi. Uang itu yang disinyalir disalurkan kepada anggota DPRD Jambi sebagai “uang ketok” pengesahan RAPBD Jambi tahun anggaran 2018.

Sementara, dalam kasus pengesahan APBD Jambi 2018, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka. Selain Arfan, Erwan Malik, dan Syaifuddin, penyidik juga menetapkan status tersangka kepada anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PAN, Supriyono.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.