Mahasiswa Sebut Oknum Polisi Terduga Pelaku Kekerasan Punya Dendam Pribadi

Posted by:

Surabaya Jejaknews – PMII Pamekasan menyebut motif salah satu oknum polisi yang terlibat bentrok dengan mahasiswa saat menggelar demo menolak tambang galian C di pendopo bupati. Adapun motifnya adalah dendam pribadi.

Komisariat PMII Pamekasan Demi Wasis mengungkapkan bahwa salah satu oknum polisi yang terlibat bentrok mempunyai dendam pribadi. Ia mengetahui itu karena oknum polisi tersebut juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Madura.

“Polisi yang bernama Ali itu sebenarnya saya memang tahu persis orangnya. Itu satu universitas sama ketua cabang itu memang punya dendam pribadi tahun kemarin,” ujar Wasis kepada wartawan, Senin (28/6/2020).

Menurut Wasis, dendam itu terkait permasalahan pemilihan di kampus. Karena hal itu lah. Oknum polisi itu kemudian meluapkannya saat terjadi bentrok dengan mahasiswa. Bahkan aksi pemukulannya sempat terekam kamera.

“Terkait pemilihan persma di Universitas Madura tahun kemarin. Namun hal itu diluapkan kemarin. Itu yang kena rekam itu. Itu sebenarnya mahasiswa juga yang mukul itu,” tutur Wasis.

Wasis menambahkan, PMII Pamekasan mengaku tidak menaruh dendam dengan perlakuan represif aparat terhadap teman-temannya. Namun ia meminta oknum polisi yang terlibat dalam bentrok harus tetap mendapatkan disanksi.

“Harapannya memang harus diberi sanksi seberat-beratnya. Namun PMII pamekasan tidak mau gagal fokus terhadap tuntutan awal yaitu penutupan tambang ilegal,” tandasnya.

Bidang Propam Polda Jawa Timur telah menetapkan empat oknum polisi sebagai terduga pelaku kekerasan pada mahasiswa PMII di Pamekasan. Kini, polisi masih melakukan penyelidikan pada kasus ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan pihaknya sudah memeriksa 28 saksi. Diantaranya 20 anggota polisi, tiga mahasiswa PMII dan lima Satpol PP. Dari 28 saksi, empat polisi menjadi terduga pelanggar.

“Prosesnya kita sudah menentukan 4 terduga pelanggar, ini kita akan melakukan proses secara internal,” kata Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (29/6/2020).

Sebelumnya, kasus ini berawal pada demonstrasi mahasiswa PMII terkait penutupan galian tambang C dan berakhir panas dengan bentrokan mahasiswa dan polisi. Ada tiga mahasiswa yang terluka dan dilarikan ke RS.

Demo ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini berlangsung panas karena tak ditemui bupati. Akhirnya, mahasiswa berlarian dari pintu gerbang Kantor Bupati menuju Rumah Dinas Bupati.

sti/dno

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.