Pengepungan Asrama Papua, Dua Orang Diduga Hilang

Posted by:

Surabaya Jejaknews – Dua orang mahasiswa hilang saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu dini hari (17/8). Mereka yang tidak diketahui kabarnya antara lain Arief Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Kota Surabaya dan satu orang berinisial A.

Hal itu diungkapkan Ketua Departemen Perempuan FMN Surabaya, Anindya Sabrina.

Asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya sendiri dikepung oleh sejumlah massa dari beberapa ormas sejak Jumat siang (16/8).

Anindya mengatakan kedua kawannya tersebut mulanya mengantarkan makanan untuk para Mahasiswa Papua yang terjebak di dalam asrama sejak Jumat (16/8). Mereka melakukan itu pada Sabtu dini hari.

Namun usai makanan diterima oleh penghuni Asrama Mahasiswa Papua, dua mahasiswa Surabaya tersebut langsung diamankan pihak kepolisian. Dia dibawa ke arah mobil petugas yang berjaga di sekitar Jalan Kalasan, Surabaya.

“Pukul 02:16 WIB A dan Arief mengantar makanan, setelah makanan diterima mereka langsung diseret dan dimasukkan ke mobil polisi,” kata Anindya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (17/8) pagi.

Dua mahasiswa itu, kata Anin, hanya bermaksud menolong mahasiswa Papua yang kelaparan. Dia mengatakan mahasiswa Papua selama 12 jam lebih tertahan di dalam asrama dan tak bisa keluar lantaran kepungan ormas serta masyarakat.

Hingga kini baik Arief maupun A belum bisa dihubungi. Anin menduga kedua rekannya tersebut masih diamankan pihak kepolisian.

“Enggak ada kabar sama sekali, yang pasti masih hilang,” ujarnya.

Kabar hilangnya dua mahasiswa tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Riset Pengembangan dan Kerjasama Lembaga Bantuan Hukum Surabaya, Sahura.

Sahura mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi. Selanjutnya ia akan langsung mengonfirmasi dan mencari keberadaan keduanya ke Mapolrestabes Surabaya.

“Saya coba konfirmasi, saya juga akan ke Mapolrestabes Surabaya menanyakan perihal alasan pengamanan atau penangkapan,” ujar Sahura.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah informasi itu. Ia mengaku tidak mendapatkan kabar yang dibeberkan Anindya serta Sahura tentang dua mahasiswa Surabaya yang diduga hilang.

“Hilang-hilang aja itu, enggak ada konfirmasi ke kita, menghilangkan diri kali,” kata Barung, saat dikonfirmasi.

berupaya menghubungi ke Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, melalui sambungan telepon dan pesan. Namun belum ada respons dari yang bersangkutan.

Sebelumnya, Asrama Mahasiswa Papua, di Kalasan, Kota Surabaya, Jawa Timur digeruduk ratusan massa yang berasal dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) pada Jumat siang (16/8)

Ada yang mengenakan atribut ormas Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP). Namun, sebagian besar dari mereka mengenakan pakaian bebas.

Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Kota Surabaya, disebut bermula dari peredaran foto bendera merah putih yang rusak di depan asrama tersebut di sejumlah grup WhatsApp.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu perwakilan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) Muhammad yang juga mendatangi asrama tersebut, Jumat (16/8) malam.

“Sang saka merah putih dipatah-patahkan di buang di selokan. Itu saya lihat di grup WhatsApp aliansi pecinta NKRI. Ini saya tunjukkan fotonya,” kata Muhammad.

Usai mengetahui hal itu, ia bersama sejumlah elemen masyarakat yang lain pun mendatangi asrama dua lantai tersebut. Suasana ricuh pun sempat terjadi.

Sementara itu, Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Dorlince Iyowau, yang saat ini tengah berada di asrama tersebut, membantah bahwa pihaknya melakukan perusakan bendera.

“Pengerusakan bendera itu tidak benar. Tapi opini yang digiring di luar sana itu kalau kami merusak bendera, itu kami tidak tahu menahu,” kata Dorlince.

Pantauan Wartawan di lokasi, pukul 23.18 WIB pada Jumat (16/8), sejumlah massa ormas mulai berangsur meninggalkan lokasi. Namun sejumlah masyarakat sekitar tetap memadati depan Asrama Mahasiswa Papua. Lalu lintas di Jalan Kalasan kini juga telah berfungsi kembali.

sti/sri

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.