Pengungsi Gunung Merapi di Magelang Bertambah Jadi 817 Orang

Posted by:

Magelang Jejaknews – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan jumlah pengungsi di Kabupaten Magelang naik menjadi 817 orang.

Mereka telah diungsikan ke 9 titik pengungsian, menyusul status Gunung Merapi dinaikkan menjadi Level III atau Siaga oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

“Jumlah pengungsi tersebut mengalami peningkatan sebanyak 210 orang terhitung sejak dua pekan lalu,” katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (22/11).

Adapun rincian jumlah dan lokasi pengungsian meliputi 118 warga dari Desa Krinjijng mengungsi di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Sebanyak 115 warga dari Desa Ngargomulyo mengungsi di Gedung NU Ketaron, Gedung Futsal Tejowarno, Gedung PPP Prumpung dan PAY Muhammadiyah di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.

Kemudian sebanyak 110 warga dari Desa Keningar mengungsi di SDN 1 Ngrajek dan kediaman Kepala Desa Ngrajek, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Selanjutnya sebanyak 476 warga dari Desa Paten mengungsi di Desa Banyurojo dan Desa Mertoyudan di Kecamatan Mertoyudan.

Raditya menyebut, dari 817 pengungsi 279 di antaranya merupakan laki-laki dan 538 perempuan. Adapun ibu hamil sebanyak 13 orang, ibu menyusui 33 orang, lansia laki-laki 46 orang, lansia perempuan 122 orang, balita laki-laki 81 orang dan balita perempuan 70 orang.

“Anak laki-laki 57 orang, anak perempuan 61 orang, difabel laki-laki 7 orang, difabel perempuan 12 orang, warga yang sakit atau rentan 2 orang laki-laki dan 7 perempuan serta pendamping dewasa 86 laki-laki dan 220 perempuan,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pengamatan BPPTKG terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi per Sabtu (21/11), terjadi guguran dengan jumlah 15, aplitudo 4 sampai 7 mm dalam durasi 13 hingga 90 detik. Hembusan terjadi dengan jumlah 23, amplitudo 2 sampai 11 mm dalam durasi 10 hingga 19 detik. Sedangkan gempa vulkanik dangkal berjumlah 14 dengan amplitudo yang teramati 40 sampai 75mm dalam durasi 14 hingga 42 detik.

BPPTKG juga melaporkan adanya gemuruh guguran yang terdengar keras sebanyak satu kali dengan amplitudo 75 mm pada pukul 08.19 WIB dari Pos Pantau Babadan dan Kaliurang. Menurut BPPTKG, potensi bahaya saat ini adalah berupa guguran lava dari aktivitas erupsi efusif dan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif serta awan panas sejauh maksimal lima kilometer dari puncak kawah.

win/ida

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.