Polda Metro Tindak 40 Aplikasi Pinjol Ilegal Selama September-Oktober

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Polda Metro Jaya menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak perusahaan pinjaman online (pinjol) atau fintech peer to peer lending. Selama periode September hingga Oktober 2021 ini polisi telah menindak 40 perusahaan pinjol ilegal yang meresahkan.

“Selama satu bulan ini dan hari ini kami amankan 10 perusahaan fintech ilegal, sebelumnya ada proses 30 perusahaan. Jadi sekarang ada 40 aplikasi pinjol ilegal yang sudah kami amankan,” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah kepada wartawan di Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10/2021).

Hanya saja, Auliansyah tidak menjelaskan secara rinci daftar 40 pinjol ilegal yang telah diungkap tersebut. Selain perusahaan pinjol, perusahaan yang bergerak di bidang penagihan utang (collector) juga termasuk ke dalam 40 perusahaan yang diamankan polisi.

Salah satunya adalah PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang berkantor di Rukan Crown Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. Perusaahan tersebut digerebek karena kerap kali melakukan penagihan utang dengan cara-cara kekerasan.

“Jadi PT Indo Tekno Nusantara ini collector-nya. PT ini menawarkan ke perusaahaan fintech-fintech yang ada di atas itu untuk menagih,” kata Auliansyah.
32 Karyawan Diamankan

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah mengamankan 32 orang dari PT ITN ini. Mereka bekerja sebagai analis, telemarketing dan collector.

Yusri mengatakan, ada 2 cara penagihan utang yang dilakukan PT ITN. Pertama adalah penagihan utang secara langsung dengan mendatangi korban dan melakukan ancaman kekerasan.

Cara penagihan kedua adalah secara tidak langsung, melalui telepon dan juga media sosial.

“Kalau (melalui) media sosial, bahkan kami temukan di sini bahwa penagihan dengan pengancaman di media sosial, bahkan memperlihatkan gambar pornografi. Jadi diancam kemudian diperlihatkan gambar-gambar pornografi kepada sehingga membuat stres para peminjamnya.”

Yusri mengatakan ada 13 perusahaan fintech peer to peer lending atau pinjol yang menggunakan jasa PT ITN ini. Sepuluh di antaranya perusahaan pinjol ilegal.

Penggerebekan ini dilakukan atas laporan masyarakat dan hasil patroli siber di sosial media pihak Diskrimsus Polda Metro Jaya. Menurut Yusri patroli ini berkordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penggerebekan ini juga merupakan perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang menginstruksikan jajarannya untuk membasmi pinjol ilegal yang merugikan masyarakat.

rza/har

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.