Taufik Klaim Rp 3,6 miliar dari Bupati Kebumen Bentuk Kontribusi ke PAN

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Wakil Ketua DPR nonaktif, Taufik Kurniawan membantah menerima uang fee dari Bupati Kebumen Yahya Fuad dalam pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen Rp 3,6 miliar. Dia, menyebut penyerahan uang bertahap tiga kali di hotel Gumaya Semarang untuk kontribusi partai.

“Jadi semua tidak benar, uang yang diserahkan dari Bupati Kebumen itu bentuk kontribusi partai. Justru saya tidak tahu uang yang diberikan ada hubungannya dengan fee 5 persen untuk DAK Kebumen pada APBN-P 2016,” kata Taufik Kurniawan kepada Majelis Hakim Ketua Antonius Widijantono dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan suap pengurusan DAK di pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu (12/6).

Dia menyebut pemberian uang dari Yahya Fuad dan Tasdi kepada Partai Amanat Nasional merupakan untuk keperluan kampanye. “Dalam pandangan saya, uang tersebut kontribusi untuk kampanye,” ujarnya.

Terkait, soal pemesanan tiga kamar di Hotel Gumaya Semarang, kata Taufik tidak pernah memberi instruksi yang kemudian digunakan untuk penyerahan uang.

“Itu kan acara rapat relawan. Wahyu memberi uang itu dalam konteks membayar utang kepada saya di salah satu hotel Semarang. Dia (wahyu) bilang nyicil Rp 600 juta, tidak ada informasi ada uang 1,2 Miliar. Yang pasti wahyu sampai saat ini masih punya hutang Rp2,5 Miliar ke saya, dan harus di bayar,” ujarnya.

Taufik mengungkapkan, ia tidak pernah mengintruksikan Wahyu Kristianto untuk berhubungan kepada kedua kepala daerah, mantan Bupati Kebumen Yahya Fuad dan Bupati Purbalinga Tasdi.

“Dalam konteks apa ini wahyu mengaku sebagai utusan saya, atau yang menyuruh saya. Ini mencatut namanya. Komisi sebesar tujuh persen, saya tidak pernah tau,” ucapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Taufik didakwa menerima suap Rp 4,85 miliar dari Yahya dan Tasdi untuk meloloskan penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi Kebumen dan Purbalingga.

Dari Yahya, Taufik diduga menerima Rp 3.65 miliar yang diberikan melalui politikus PAN, Rachmad Sugiyanto. Sementara suap dari Tasdi adalah sebesar Rp 1,2 miliar yang diberikan melalui Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto.

Atas perbuatannya, Taufik didakwa dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

wid/tya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.