Terdampak Corona, Pedagang Pasar Baru Gelar Lapak di Baju Jalan Otista

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Ratusan pedagang Pasar Baru Trade Center masih tetap membuka lapak di sepanjang bahu Jalan Otista, Kota Bandung, pada H-1 Idul Fitri atau Lebaran tahun 2020, Sabtu. Padahal saat ini, Pemkot Bandung sedang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Salah seorang pedagang pakaian, Dian (39), mengatakan dirinya kembali berdagang bukan bermaksud untuk menantang wabah Covid-19. Akan tetapi karena ekonomi yang terdesak, dirinya harus mencari pemasukan.

“Jadi bukan berkurang (pemasukan), tapi memang tidak ada, karena sudah 2,5 bulan lalu Pasar Baru ditutup, sebelum PSBB yang pertama, kita itu udah gak berjualan,” kata Dian saat ditemui di Jalan Otista. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (23/5).

Saat ini, dia tidak memikirkan untung sama sekali. Yang terpenting, kata dia, ada barang yang keluar atau terjual meski pemasukan yang sedikit.

“Ini juga di luar modal, nggak mikirin untung, harganya Rp200 ribu, kita jual Rp75 ribu. Yang penting barang ada yang keluar,” katanya.

Saat Lebaran tahun lalu, pemasukan yang ia dapat itu mencapai 300 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Namun tahun ini, hal yang ia alami menurutnya dirasakan oleh semua pedagang.

“Tapi tahun ini nggak ada pemasukan banget. Terus bantuan nggak semuanya dapet, semua pedagang juga sama, saat ini nggak ada pemasukan banget,” katanya.

Aji (37), pedagang lainnya mengatakan sebelumnya telah memanfaatkan penjualan secara daring meskipun tokonya ditutup.

Meski begitu, menurutnya tahun ini terasa berbeda karena banyak pembeli yang biasa langganan setiap lebaran, kini tidak membeli dagangan pakaiannya.

“Tiga bulan sebelum puasa juga langganan sudah pada datang. Mudah-mudahan Covid-19 berlalu, pasar bisa dibuka, biar normal lagi perkonomian, karena kalau gini terus ya kasihan juga yang lainnya,” kata dia.

Sementara itu, banyak pembeli yang juga memburu pakaian baru menjelang lebaran, salah satunya Arga (27), warga Kiaracondong, Bandung.

Meski ia mengetahui saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku, dia mengaku hanya membeli pakaian baru untuk anaknya yang berusia 4 tahun.

Ia menyadari bahwa kerumunan dapat berisiko menularkan Covid-19. Namun sebagai antisipasi, dia menggunakan masker dan sarung tangan serta menjaga jarak saat membeli.

“Ya sudah jadi budaya kan baju baru lebaran, yang penting harus sosial distancing aja sama pakai APD. Kalau tanpa pembeli, mereka (pedagang) kan tidak ada yang terjual,” kata Arga.

kus/mia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.