Tersangka Penyuap Eks Sekretaris MA Minta Istri Berbohong Saat KPK Geledah Rumah

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Anggota Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indah Oktianti mengatakan, pemohon III (Hiendra Soenjoto) atau Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), telah menyuruh istrinya yakni Lili Indriati untuk berbohong saat penyidik KPK menggeledah kediamannya.

Hal itulah yang menjadikan salah satu alasan KPK menyebut jika Hiendra melarikan diri sejak 12 Desember 2019 hingga sidang ini dilangsungkan.

Hiendra diketahui, sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016.

“Meskipun Hiendra Soenjoto mengetahui termohon datang ke rumahnya untuk mencari Hiendra Soenjoto dan melakukan penggeledahan, namun Hiendra Soenjoto justru menghindar dan tidak mau pulang ke rumah serta meminta agar isteri Lusi Indriati berbohong kepada termohon menyampaikan posisi Hiendra Soenjoto berada di Maluku,” kata Indah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

“Padahal yang bersangkutan sudah berada di Jakarta dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah, sebagaimana manifes Penumpang Garuda Indonesia (GA649) dari Ternate (TTE) ke Jakarta (CGK) pada tanggal 12 Desember 2019. Namun dengan sengaja Hiendra Soenjoto melarikan diri dan tidak pulang ke rumah meskipun istrinya sudah meminta untuk pulang dan menyampaikan kehadiran termohon di rumahnya saat itu,” sambungnya.

Permintaan Hiendra terhadap Lili itu melalui pesan media sosial WhatsApp pada saat penyidik KPK ingin melakukan penggeledagan pada 12 Desember 2019.

Bukan hanya itu, ia juga meminta istrinya tersebut untuk segera membawa kabur dokumen-dokumen yang ada di mobil.

“Hiendra Soenjoto meminta kepada isteri pemohon III untuk membawa kabur dokumen-dokumen yang ada di mobil sebagaimana dinyatakan secara tertulis oleh isteri pemohon III Lusi Indriati,” ujarnya.

Lalu, sikap Hiendro yakni melarikan diri dinilai tidak kooperatif karena, yang bersangkutan telah menerima pemberitahuan dimulainya penyidikan dari termohon (Surat KPK Nomor: B/879/DIK.00/23/12/2019 tanggal 11 Desember 2019 perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atas nama Hiendra Soenjoto).

“Setelah mengetahui informasi sebagaimana dimaksud di atas, pemohon I kemudian menanyakan kepada pemohon III terkait penetapan mereka sebagai tersangka bahwa pemohon III kemudian memberitahu kepada pemohon I bahwa pada tanggal 11 Desember 2019, pemohon III telah menerima Surat Termohon Nomor: B/879/DIK00/23/12/2019 tertanggal 11 Desember 2019 Perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (selanjutnya disebut sebagai “SPDP Pemohon III”),” jelasnya.

Tak hanya itu, sejak tanggal 12 Desember 2019 sampai persidangan ini berlangsung, Hiendra selaku tersangka telah melarikan diri, bahkan keluarga Hiendra termasuk isterinya pun telah meninggalkan rumah yang pada tanggal 12 Desember 2019.

“Jelas-jelas masih berpenghuni, keesokan harinya rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, tidak berpenghuni, bahkan outdoor Air Conditioner (AC) dalam kondisi dilepas (dicopot) sebagaimana surat keterangan yang disampaikan Petugas Keamanan dan Pengurus RT. 012/RW. 012 Kelurahan Sunter Jaya Kompleks Sunter Indah Jl. Sunter Indah VI Blok HI/2 No. 5 RW. 012 Sunter Jaya Tanjung Priok, Jakarta Utara,” ucapnya.

“Termohon telah beberapa kali datang ke alamat rumah/tempat tinggal pemohon III (Hiendra Soenjoto) untuk menyampaikan surat panggilan yakni Surat Panggilan Nomor Spgl/8571/DIK.01.00/23/12/2019 tanggal 16 Desember 2019 yang ditujukan kepada Hiendra Soenjoto selaku saksi, Surat Panggilan Nomor Spgl/8602/DIK.01.00/23/12/2019 tanggal 26 Desember 2019 yang ditujukan kepada Hiendra Soenjoto selaku saksi, Surat Panggilan ke-2 Nomor Spgl/03/DIK.01.00/23/01/2020 tanggal 03 Januari 2020 yang ditujukan kepada Hiendra Soenjoto selaku saksi dan Surat Panggilan Nomor Spgl/06/DIK.01.00/23/01/2020 tanggal 03 Januari 2020 yang ditujukan kepada Hiendra Soenjoto selaku tersangka,” sambungnya.

**/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.