Anak Bupati Muara Enim soal OTT KPK: Ini Dijebak

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Anak Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Naufal menyebut ayahnya dijebak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di kantor Bappeda Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (2/9). Naufal tak menjelaskan lebih lanjut jebakan yang dimaksud, namun ia membantah dugaan OTT tersebut.

“Kami menganggap ini dijebak. Jika ada oknum yang menyebarluaskan informasi tidak benar tolong diklarifikasi dulu,” ujar Naufal di Palembang seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (3/9).

Naufal mengatakan, ayahnya sedang mengadakan rapat rutin mingguan ketika KPK datang ke kantor Bappeda Kabupaten Muara Enim yang menjadi kantor sementara bupati.

Ia mengklaim ayahnya yang saat ini berada di Jakarta hanya menjadi saksi dalam kasus korupsi yang tengah diselidiki KPK, bukan karena OTT.

“Ayah saya di Jakarta dalam rangka jadi saksi kasus yang sedang diselidiki KPK,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Naufal, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada KPK. Ia juga menyatakan tetap mendukung ayahnya yang terakhir kali memberi kabar pada Senin (2/9) sore kemarin.

“Kami tidak ingin membesar-besarkan masalah ini karena kami masih menunggu klarifikasi,” tambah Naufal.

Sementara sejak Selasa pagi tadi, kediaman Ahmad Yani terlihat ramai dikunjungi beberapa tamu yang membawa mobil. Namun tidak diketahui aktivitas di dalamnya.

KPK sebelumnya membenarkan telah menangkap Bupati Muara Enim, Sumatra Selatan Ahmad Yani dalam OTT, Senin (2/9).

Lihat juga: KPK Benarkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani Terjaring dalam OTT
Kepala daerah hasil Pilkada Kabupaten Muara Enim 2018 tersebut ditangkap bersama tiga orang lainnya dari berbagai unsur, termasuk pihak swasta.

KPK menduga terdapat transaksi antara pihak pejabat pemerintah kabupaten dengan pihak swasta terkait proyek pembangunan di sana.

menyita barang bukti mata uang dollar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Muara Enim dan Palembang, Sumatera Selatan. Uang itu diduga terkait suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum setempat.

“US$35 ribu. Uang diduga terkait dengan suap proyek di Dinas PU setempat,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, dikonfirmasi, Selasa (3/9).

**/riy

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.