awa Boneka Bupati, Pendemo Sindir Jember seperti Kerajaan

Posted by:

Jember Jejaknews – Di tengah bergulirnya proses hukum dari Kejaksaan dan Kepolisian atas beberapa kasus dugaan pelanggaran hukum terkait proyek di lingkungan Pemkab, Bupati Jember dr Faida juga mendapat ‘serangan politik’. Di saat proses hak angket (hak penyelidikan) sedang bergulir di DPRD Jember, aksi demo terus berlangsung.

Kali ini massa yang menamakan Gerakan Reformasi Jember (GRJ) kembali berdemo mengkritik sejumlah kebijakan bupati. Aksi demo digelar di depan rumah dinas bupati atau Pendapa Wahyuwibawagraha, Jumat (24/01). Massa berkumpul usai salat Jumat dan baru berorasi hingga jelang Magrib.

Pendemo melakukan beberapa aksi yang terbilang unik. Di antaranya dengan membawa boneka yang ditempeli wajah bupati, lengkap dengan seragam dinas bupati di badan boneka.

Sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Jember, seperti korupsi proyek rehab Pasar Manggisan, juga turut menjadi bahan orasi.

“Selama ini, bupati membangun citra dirinya bersih, dan menganggap pihak yang mengkritiknya sebagai pihak yang korup. Tetapi fakta sekarang justru sebaliknya,” tutur Kustiono Musri, koordinator aksi saat berorasi.

Karena itu, Kustiono mengapresiasi langkah cepat Kejari dalam mengusut kasus ini. Sebab kasus korupsi pasar ini tidak hanya menggerogoti anggaran negara.

“Akibat dikorupsi, proyek Pasar Manggisan jadi mangkrak. Ratusan pedagang terlunta-lunta, berdagang di tempat yang tidak layak,” ujar Kustiono.

Selain boneka berwajah bupati Faida, massa juga membawa selempang selendang dengan tulisan “Jember Empire”. Istilah ’empire’ belakangan makin populer sejak munculnya beberapa pihak yang mengaku sebagai raja di Nusantara.

“Ini sebagai simbol kritik karena Faida memimpin seperti layaknya kerajaan,” tutur Kustiono.

KH Syaiful Rijjal atau yang akrab disapa Gus Syaif, pengasuh pondok pesantren putri (PPI) Asshiddiqiyyah Putri (Ashri), juga turut dalam aksi.

Saat berorasi Gus Syaif mengkritik anggaran bupati yang dinilainya berbau politik pencitraan. Beberapa program bantuan seperti beasiswa dinilai disisipi pesan pencitraan politik bupati yang akan maju dalam Pilkada tahun ini.

“Bantuan seperti beasiswa itu pakai uang negara, bukan uang pribadi beliau,” tutur keponakan almarhum KH Achmad Shiddiq, salah satu tokoh saat awal ormas Nahdlatul Ulama (NU) berdiri ini.

Gus Syaif kemudian melanjutkan aksinya dengan mengajak massa untuk membacakan selawat. Aksi berlangsung hingga sore dan berjalan dengan tertib. Massa membubarkan diri dengan memunguti sampah yang berserakan.

Bupati Jember, dr Faida dikabarkan sedang berada di luar kota pada hari Jumat ini untuk keperluan dinas. Dalam jadwal harian yang diumumkan bagian humas Pemkab Jember, hanya tercantum agenda Wakil Bupati.

**/sti

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.