Batasi Ruang Gerak, Foto Anggota TNI Terduga Pembunuh Fera Disebar di 5 Provinsi

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan mengungkapkan, kelima provinsi itu berada di jajarannya, mulai dari Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung. Hal itu bertujuan untuk membatasi ruang gerak terduga pelaku.

“Kita sebar foto terduga pembunuhnya di wilayah jajaran Kodam II Sriwijaya agar bisa segera ditangkap,” kata Djohan dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/5).

Dia mengatakan, kasus tersebut dalam proses penyelidikan petugas polisi militer (Pomdam) II Sriwijaya bersama Polda Sumsel. Pomdam telah mengambil langkah-langkah menyelidiki kasus ini. Antara lain meminta keterangan keluarga korban, saksi-saksi lain, dan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Penyidik Pomdam sudah menyiapkan administrasi dan segala sesuatunya untuk melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan dalam melaksanakan proses penyelidikan,” kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terlibat kriminalitas. “Kodam II Sriwijaya tidak akan melindungi atau menolerir oknum yang seperti itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan mayat wanita dengan kondisi tanpa busana, tangan terpotong dan disembunyikan dalam kasur di penginapan Sahabat Mulia di Simpang PT Hindoli Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (10/5). Korban menginap bersama seorang pria berinisial DN sejak Selasa (7/5).

Dari hasil tes DNA, korban diketahui bernama Fera Oktaria (20), warga Palembang. Sehari-hari korban bekerja sebagai kasir di pasar ritel di Jalan Sudirman Palembang.

Korban hilang bersamaan dengan waktu dirinya menginap di penginapan itu. Sebelumnya, dia bercerita kepada orangtuanya bahwa ia sering diancam oleh mantan pacarnya, bahkan kerap berakhir dengan tindakan fisik.

Pelaku pembunuhan diduga anggota TNI berinisial Prada DP (22). Polisi masih menyelidiki kasus ini dengan memeriksa beberapa saksi.

DP diketahui mantan pacar korban. Dia merupakan anggota TNI yang baru dilantik tahun lalu dan kini sedang mengenyam pendidikan di Sartaif Rindam II/Baturaja, Ogan Komering Ulu.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, nama yang disebut-sebut benar adanya anggota TNI. Namun laporan dari atasannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat atau tidak hadir tanpa izin.

“Kami dapat informasi dari keluarga soal nama dan statusnya. Sekarang tidak ada di tempat (tugas),” ungkap Djohan, Minggu (12/5).

(**)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.