Bekali Wisudawan Untag, Khofifah Ingatkan Pesan Bung Karno

Posted by:

Surabaya Jejaknews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dan memberikan pembekalan wisuda ke-119 sarjana, magister dan doktor di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Di hadapan 1.470 wisudawan, Khofifah mengingatkan kembali pesan Bung Karno pada HUT RI pada tahun 1963 mengenai pentingnya menyiapkan tiga investasi keterampilan.

Tiga investasi keterampilan itu, kata Khofifah, yakni investasi ketrampilan manusia (human skill investment), investasi material (material investment), dan investasi mental (mental investment). Ketiganya merupakan investasi penting dalam proses pembangunan Indonesia.

“Selain human skill, pada tataran material investment, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, material investment yang perlu disiapkan saat ini antara lain pentingnya penyederhanaan dan pemangkasan berbagai perizinan yang memberatkan investor yang mau masuk Indonesia. Ini seringkali disampaikan Presiden,” kata Khofifah di Kampus Untag Jalan Semolowaru 17, Sabtu (7/9/2019).

“Investasi dalam dan luar negeri sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,” tambah mantan menteri sosial itu.

Khofifah melanjutkan, selain human skill dan material investment, menurut Bung Karno yang harus disiapkan bangsa ini adalah mental investment. Penyiapan mental ini juga telah disampaikan Presiden Jokowi lima tahun lalu melalui program Revolusi Mental.

“Pada posisi seperti ini saya mengajak kita bangun sportivitas, obyektifitas dan motivasi yang kuat. Kita bangun seluruh energi positif, buang energi negatif, bangun produktivitas dan buang sesuatu yang destruktif,” kata gubernur perempuan pertama Jatim itu.

Khofifah menuturkan, dalam pidatonya, Bung Karno juga menyinggung kedaulatan dan kemandirian bangsa yang biasanya disebut berdiri di kaki sendiri (berdikari) yang mencakup berdikari secara politik, ekonomi, serta berkepribadian secara sosial dan budaya.

Khofifah kemudian menjelaskan berdikari secara ekonomi. Dalam konteks interdependensi, semua pihak harus bekerjasama dan bergandeng tangan, baik antar daerah, provinsi maupun antar negara baik skala global, regional maupun bilateral.

“Dalam posisi berdikari di bidang ekonomi, saat ini Jatim ditunjuk sebagai pilot project making indonesia 4.0 oleh Kementerian Perindustrian,” beber Khofifah.

Penunjukan itu, terang Khofifah, disambut optimistis, bahkan ia menargetkan pada tahun depan akan banyak lahir unicorn dari Jatim. Untuk itu, ia mengajak para generasi mileneal, pelaku startup dan khususnya wisudawan bersama-sama mewujudkan target itu.

“Ada target bahwa tahun depan akan lahir unicorn-unicorn baru dari Jatim. Dan saya rasa embrio dan potensi kita cukup dan memungkinkan. Saya mengajak seluruh kaum millenial dan pelaku start up termasuk wisudawan wisudawati Untag untuk bergandengan tangan melakukan sharing economy atau bersama-sama bergotong royong mewujudkan ini,” imbau Khofifah.

“Jangan pernah merasa kecil bila kita bergandengan tangan maka insyaallah bisa kita capai. Apalagi saat ini kita sedang menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dimana pertama kalinya ada cluster digital IT di dalamnya,” tandas Khofifah.

sti/dno

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.