Bus KPK Sambangi Ganjar Pranowo di Balai Kota Semarang

Posted by:

Semarang Jejaknews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Balai Kota Semarang bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. KPK membawa sejumlah petugas dan bus ke sana.

Bukan untuk penindakan, kedatangan KPK ke Balai Kota Semarang ternyata untuk menyebarkan virus antikorupsi dengan membawa bus mereka. Warga yang datang termasuk anak-anak sekolah diberi pengertian antikorupsi dengan berbagai kegiatan.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata hadir dalam acara tersebut, ia mengatakan kegiatan Road Show Bus KPK itu sebagai bentuk hadirnya KPK di masyarakat. Selain itu menunjukkan kalau KPK tidak hanya penindakan tapi juga pencegahan.

“Ini salah satu bentuk kehadiran kami di daerah. Ini lebih ke sosialisasi bagaimana mencegah korupsi sejak dini,” kata Alex di Balai Kota Semarang, Kamis (11/10/2018).

Kegiatan terdiri dari nonton film bareng, Pertunjukkan Seno, akustik antikorupsi, dan simulasi penyidik cilik. Bus tersebut akan berada di Semarang hingga hari Minggu (14/10). Di Balai Kota Semarang hari Jumat besok akan ada anak-anak sekolah yang berkunjung, dan di hari terakhir akan bertempat di Simpang Lima Semarang saat CFD.

Di dalam bus itu ada 10 komputer yang berisikan hal-hal tentang antikorupsi atau pengertian-pengertian gratifkasi, LHKPN dan lainnya.

Anak-anak kecil pun bisa menikmati game antikorupsi seperti menangkap orang-orang yang hendak menyuap dengan jam tangan mewah, menangkap koruptor kabur, dan sebagainya. Grafis gamenya dibuat friendly dan ringan dicerna.

Alex dalam sambutannya mengatakan KPK tidak bisa sendiri mencegah korupsi sejak dini. Setidaknya para orang tua tidak mengajarkan anak berbohong atau melanggar hukum.

“Saya selalu katakan jangan ajari anak berbohong. Misal ada tamu temui saja, jangan suruh bilang bapak tidak dirumah. Atau di jalan ada anak-anak pakai seragam celana biru, SMP kan ya, naik motor. Orangtuanya malah bangga anaknya tidak ngrepotin lagi karena berangkat sendiri naik motor, padahal belum punya SIM,” jelas Alex.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa berdampak terhadap pencegahan korupsi sejak dini. Sementara itu Ganjar menambahkan pihaknya akan mencotoh kegiatan KPK dalam pencegahan.

“Kami nanti akan mencotoh kegiatan semacam ini. Nantinya akan kami teruskan di sini kegiatan-kegiatan pencegahan korupsi yang dilakukan KPK ini kepada masyarakat khususnya anak-anak,” kata Ganjar.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap kegiatan KPK tersebut bisa dimanfaatkan warga termasuk pegawai di Pemkot Semarang agar tidak melakukan korupsi.

“Penyelenggara negara itu tidak boleh korupsi. Terimakasih kepada KPK karena memberikan edukasi di Semarang,” kata pria yang akrab disapa Hendi itu.

aan/ida

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.