Debat Langsung Panas, Khofifah Serang Gus Ipul Soal Era Industri 4.0

Posted by:

Surabaya Jejaknews – Debat terakhir cagub Jatim berlangsung cukup seru. Di awal debat, Cagub Jatim nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa sudah melakukan serangan argumen kepada lawannya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Tensi debat terakhir ini mulai naik sejak salah satu panelis Dr Biyanto, Akademisi UIN Sunan Surabaya Biyanto melontarkan pertanyaan pertama ke Gus Ipul.

“Apa progam prioritas yang akan dilakukan Gus Ipul dan Mbak Puti, utamanya dalam era sekarang yang penuh dengan guncangan tak menentu atau era revolusi industri ke empat (4.0), kaitannya dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan perwujudan pelayanan publik yang maksimal?” kata Biyanto, Sabtu (23/6/2018).

Di awal jawabannya, Gus Ipul sempat menyinggung prestasi Pemprov Jatim selama dirinya bekerja bersama Gubernur Jatim Soekarwo.

“Kami punya road map, Alhamdulillah 2013-2018 administrasi kepegawaian bisa diselesaikan dengan baik, performance base birokrasi juga bisa diselesaikan utamanya dalam urusan kaitanjya dengan kinerja pemerintah,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Gus Ipul, dirinya dan Puti Guntur Soekarno ingin membuat perubahan terhadap kinerja para aparatur sipil negara (ASN).

“Ke depan perlu ditingkatkan kapabilitas ASN menuju pemerintahan yang responsif yang mengerti dinamika masyarakat. Kita tahu kita harus mengikuti aturan, ketentuan, di saat yang sama program kerja kita harus menuntaskan masalah utama masyarakat di Jatim, kemiskinan, pengangguran, peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Namun, mendapat giliran menanggapi jawaban Gus Ipul, Khofifah pun melakukan serangan ke Gus Ipul.

“Kita ini memasuki era industri 4.0, ini yang tadi disampaikan panelis dan belum direspons oleh Gus Ipul,” cetusnya.

Mantan Mensos RI ini menjelaskan pentingnya industri 4.0. Menurit dia, persoalan tersebut terkait upaya untuk mengintegrasikan sektor-sektor di Jatim agar tak terjadi ego sektoral.

“Bagaimana kita bisa melakukan monitoring real time kalau industry 4.0 itu bisa berjalan. Maka sesungguhnya konektivitas antar sektor bisa dimonitoring oleh siapa pun di mana pun. Maka di situlah sebetulnya arah keterbukaan publik, bisa diakses seluruh bangsa dan negara,” paparnya.

Dia menambahkan, dengan industry 4.0, layanan publik di Jatim akan terbantu. “Oleh karena itu layanan publik juga akan sangat terbantu jika industry 4.0 bisa dilakukan oleh ASN Pemprov yang akan datang,” tandasnya.

sti/sri

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.