Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Saat Menerima Gelar Adat di Pekanbaru

Posted by:

Pekanbaru Jejaknews – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Pol Prof HM Tito Karnavian, tampil mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara penerimaan Gelar Kehormatan Tertinggi Adat Riau “Datuk Seri Setia Amanah Negara” di Balai Adat Melayu, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018).

Menurut rilis Puspen TNI, dalam kesempatan itu turut hadir antara lain Menperin Airlangga Hartato, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah, Kapolda Riau Irjen Pol Eko Widodo, Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, Kadivpropam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hadir oula Waasops Panglima TNI Marsma TNI M. Khairil Lubis, Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Iqbal, Danrem 031/WB Brigjen TNI Sony Afrianto, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Rony Irianto Moningka, Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Ketua DPRD Riau ibu Septina Primawati, Ketua Lembaga Adat Melayu Al Azhar dan Forkompinda Riau.

Gelar Adat dari LAM

Pada kesempatan itu, Jokowi menerima gelar adat Datu Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Gelar tersebut merupakan wujud penghargaan masyarakat adat di sana kepadanya.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abubakar, Jokowi telah berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan yang menghantui Riau selama hampir 17 tahun.

“Setelah Pak Presiden mengambil kebijakan untuk memperintahkan semua pihak menanggulangi kebakaran lahan dan hutan, sampai saat ini sudah tiga tahun asap sudah tidak datang lagi ke negeri kami,” ujarnya di Balai LAM Riau, Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018).

Selain itu, Jokowi juga dianggap berjasa karena memberikan peluang bagi masyarakat adat Melayu Riau untuk mengurus kepemilikan bersama atas tanah adatnya dengan meneken Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Tanah Objek Reforma Agraria. Menurut Syahril, pihaknya telah berupaya selama 20 tahun untuk mendapatkan hak kelola.

LAM Riau juga mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait tata kelola kepala sawit melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kepala sawit dan peningkatan produktivitas kelapa sawit. Syahril mengatakan kebijakan ini membuka peluang bagi masyarakat adat untuk turut mengelola kekayaan alam di daerahnya.

Disebutkan pula, yang menjadi dasar pemberian gelar adat kepada Jokowi adalah penyerahan pengelolaan Blok Rokan sepenuhnya kepada Pertamina. Dalam alih kelola dari Chevron itu, pemerintah Riau memperoleh 10 persen participating interest. Masyarakat adat Melayu juga berpotensi mendapat royalti dari proyek tersebut. Mereka juga menganggap Jokowi berjasa membangun infrastruktur, jalan tol, dan pembangkit listrik.

jul/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.