Wali Kota Semarang: Mereka Gengsi Akui Tol Kinerja Jokowi

Posted by:

Semarang Jejaknews – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai polemik soal pernyataannya bahwa yang tidak dukung Jokowi, jangan lewat tol, adalah bukti konkret manfaat luar biasa Jalan Tol Trans Jawa yang dibangun pemerintahan Joko Widodo.

Kritik yang dilayangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai Hendrar menguatkan bukti tersebut.

“Ketika saya di-bully dan dicibir di media sosial dan media massa, saya cermati ini sebuah hal yang secara hati nurani mereka pendukung 02 (Prabowo-Sandi) mengakui bila Jalan Tol yang dibangun Pak Jokowi ini manfaatnya sangat besar,” kata Hendrar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/1).

Hendrar mengatakan, BPN juga merasa ada manfaat besar karena bisa memperpendek waktu tempuh Jakarta-Surabaya.
Lihat juga: BPN Sebut ‘Jangan Pakai Tol’ Jadi Blunder Kubu Jokowi-Ma’ruf

“Singkatnya mereka gengsi saja mengakui kinerja pembangunan Jalan Tol nya pak Jokowi,” ujar Hendrar.

Politikus PDIP ini menambahkan bahwa apa yang dilontarkannya saat acara Temu Silaturahmi Paguyuban Pedagang Jawa Tengah (PPJT) dengan Jokowi di Semarang, Sabtu (2/2) lalu, adalah kapasitas dirinya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Semarang sekaligus Panitia Penyelenggara, bukan sebagai Wali Kota.

Karena itu menurutnya tak ada pelanggaran yang dilakukan sebagai kepala daerah dalam acara tersebut.

Sebelumnya, pernyataan Hendrar “Yang tidak dukung Jokowi, jangan lewat Tol” menjadi viral dan trending topics di lini media sosial dengan beragam reaksi pro dan kontra.

Hendrar menyatakan hal tersebut saat menghadiri silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT) di Semarang Town Square, Semarang, Sabtu (2/2).

Hendrar naik ke atas panggung sebelum Jokowi hadir di lokasi acara. “Di sini ada yang pernah lewat tol?” kata dia.

Hendrar lantas bertanya soal waktu tempuh dari Semarang ke Jakarta ketika melalui jalan tol. Sebagian pengusaha yang hadir menjawab sekitar 5 jam.

Dia kemudian juga bertanya waktu tempuh Semarang ke Surabaya jika lewat tol. Sejumlah pengusaha yang hadir menjawab sekitar 3 jam.

Politikus PDIP itu menyatakan keberadaan jalan tol yang sudah menyambung dari Jakarta sampai Surabaya itu karena kerja keras Jokowi selama empat tahun terakhir.

Oleh karena itu, kata Hendrar masyarakat yang tidak mendukung Jokowi tidak boleh menggunakan jalan tol yang telah dibangun pemerintah. “Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol,” kata Hendrar disambut riuh hadirin.

aan/ida

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.