Ani Hasibuan Merasa Jadi Sasaran, Polisi Bicara Pengaduan

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Dokter spesialis saraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan, yang semestinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan ujaran kebencian atau hate speech hari ini, merasa telah menjadi sasaran polisi. Ani menilai proses kasus dugaan hate speech terkait artikel ‘Pembantaian Massal Petugas KPPS’ terlalu cepat.

Penilaian tersebut disampaikan Ani melalui kuasa hukumnya, Amin Fahrudin. Amin menyebut polisi, dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya, seolah ‘kejar tayang’ dalam memeriksa kliennya.

“Kami duga Ibu Ani jadi target. Kemudian soal pemeriksaan di Polda, kalau dilihat, media ini memuat 12 Mei. Kemudian kalau diteliti, proses penyidikan dilayangkan surat saksi, tapi ini dalam proses penyidikan itu tanggal 15 Mei 2019,” kata Amin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Ani sendiri dipanggil berkaitan dengan laporan nomor laporan polisi LP/2929/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 12 Mei 2019 dengan pelapor Carolus Andre Yulika. Berselang tiga hari dari tanggal pelaporan, Ani dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Artinya, dalam waktu tidak kurang tiga hari, proses hukum dilakukan sudah penyidikan. Kami duga ini ada kejar tayang karena sangat cepat itu, kemudian pada tanggal 17 Mei Bu Ani dapat panggilan saksi, tidak kurang seminggu proses ini dikejar,” papar Amin.

Amin mengatakan, sebagai seorang dokter, kliennya juga punya kepedulian terhadap situasi politik. Amin khawatir kliennya dikriminalisasi.

“Kami nggak ingin seorang profesional seperti dokter Bu Ani yang punya kepedulian politik saat ini kemudian beliau dikriminalisasi, karena pemelintiran pernyataan di media. Pernyataan ini bukan resmi dari Bu Ani Hasibuan,” tuturnya.

tya/rza

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.