Wiranto: 7.000 Wisman Sudah Dievakuasi dari Wisata Gili

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menyebut 7.000 wisatawan mancanegara (wisman) sudah dievakuasi dari wisata Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, Lombok Utara. Menurut dia, wisatawan lokal dan asing harus mendapatkan pelayanan baik termasuk ketika proses evakuasi.

“Oh banyak sudah, laporan terakhir ada 7.000 wisatawan asing,” kata Wiranto ketika meninjau proses evakuasi di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Selasa (7/8).

Pemerintah sudah menyiapkan kapal, bus besar dan penambahan pesawat untuk proses evakuasi dari pulau Lombok. Wiranto menambahkan mayoritas wisatawan asing akan singgah sementara ke Bali.

Dari pelabuhan Bangsal, wisatawan akan diantar menuju Pulau Bali tempat mereka singgah selanjutnya. Bagi yang ingin naik pesawat akan diantarkan ke Bandara Lombok Praya dan diberikan fasilitas di bandara.

Diberitakan Antara, puluhan bus Damri telah berlalu-lalang membawa wisatawan asing menuju ke bandara dan kota Mataram, semuanya tidak dipungut biaya.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai moda transportasi untuk memfasilitasi setidaknya 1.000 wisatawan dan warga setempat keluar dari Kepulauan Gili Lombok, NTB, pascagempa.

“Terpantau hingga pukul 14.30 Wita, 358 wisatawan yang terdiri dari 208 wisman dan 150 wisnus telah dievakuasi,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya Senin (6/7).

Dia berharap dapat mengevakuasi 1.000 lebih wisatawan dan warga dari Kepulauan Gili sesegera mungkin. Hal itu menjadi komitmen bersama Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Kabasarnas Marskal Muda TNI M Syaugi.

“Pengantaran para wisatawan dari Gili ke Pulau Lombok diharapkan dapat dituntaskan hari ini. Beberapa kapal dengan ukuran cukup besar mulai mendekati Gili,” kata Arief yang terus memantau dari Jakarta.

Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan instansi dan badan penganggulangan bencana untuk dapat memberikan informasi yang valid bagi wisatawan. Pihaknya bersama dengan Bali Tourism Hospitality (BTH) secara berkala mengeluarkan pernyataan resmi tentang kondisi Bali pascagempa, agar wisatawan di Bali atau yang akan berkunjung ke Bali mendapatkan informasi yang tepat.

“Apalagi telah banyak berita hoaks yang beredar di internet seperti isu tsunami yang menimbulkan kepanikan wisatawan di Kepulauan Gili, padahal peringatan potensi tsunami telah dicabut sejak semalam (Minggu, 5/8),” katanya.

Menpar berterima kasih kepada berbagai pihak terkait atas respon cepatnya membantu kelancaran penanganan wisatawan pada bencana gempa bumi di Lombok.

boy/try

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.